AKU
Aku lahir dengan berat 3kg dan
panjang 50cm. Cintari Amelia, nama lengkapku, Cintari dari kata Cinta Ari, Ari
nama ayahku, dan Amelia dari nama tengah ibuku. Historical sekali namaku,
awalnya aku mengeluh kepada ibuku, kenapa dia membebankan namanya dan nama
ayahku pada namaku. Tapi ibuku selalu berkata, ibu ingin kau selalu mengingat
ayah dan ibumu dimanapun kamu berada. Saat aku menanyakan itu, aku baru kelas 5
SD dan tidak benar-benar memahami maksud dari perkataan ibu.
Sekarang saat aku beribu-ribu
kilometer dari rumah, aku menyadari arti perkataan ibu. Aku merindukanmu ibu,
ayah. Aku rindu saat bisa dengan bebas memeluk atau menangis di pangkuan ibu.
Aku rindu saat bisa dengan bebas merajuk manja pada ayah. Aku rindu suasana
tawa di meja makan.
Dalam daftar absen, namaku selalu
ada di urutan ke 8. Dan keajaiban itu tetap berlangsung hingga aku SMA. Saat
menginjakkan kaki di hari pertamaku SMP, aku kaget melihat daftar absen dan
menemukan namaku di urutan 8. Sepulang sekolah aku bergegas memanggil ibu, aku
tau ibu selalu punya jawaban atas semua pertanyaanku, bahkan pertanyaan konyol
sekalipun. Dan benar, ibu menjawabnya dengan bijak, ibu berkata angka 8 adalah
angka keberuntungan, itu artinya aku orang yang akan selalu beruntung dalam
setiap langkahku. Jawaban ibu saat itu adalah jawaban terbaik yang bisa
menenangkan keheranananku. Tapi sekarang aku tahu kenapa namaku selalu ada di
urutan ke 8. Huruf pertama dari nama depanku adalah C, jadi besar kemungkinan
aku mendapat nomor urut di bawah 10. Tapi tak apa, aku merasa beruntung karena
mendapat jawaban seperti itu dari ibu.
AKU ANAK AYAH
Aku mempunyai kebiasaan unik yang
malah sering dihindari oleh kebanyakan cewek. Aku suka mendengarkan music rock.
Entah kenapa dentuman music rock dapat menenangkan sekaligus membangkitkan
semangat, dan teriakan vokalis yang melengking seakan mengajakku untuk melepas
segala kepenatan jiwa. Aku sering mendapat cibiran karena hobiku yang satu ini,
tapi ayah selalu meyakinkanku bahwa setiap orang mempunyai filosofi tersendiri
atas pilihannya. “Ayah juga pecinta music rock”, tambahnya. Lalu dia
menunjukkan padaku album-album legendaris rocker miliknya. “Kamu anak ayah,
jadi bukan hal yang mengagetkan jika menyukai apa yang ayah suka”, katanya
bijak sambil tersenyum.
Selain mendengarkan music rock.
Ada kebiasaan lain yang menurut temanku aneh, aku hobi kuliner dan makan dengan
porsi kuli. Entah darimana aku mendapatkan selera makan yang besar itu dan aku
sangat mensyukurinya. Karena badanku yang kecil dan tidak mungkin gemuk, jadi
aku tak perlu takut obesitas dan bingung diet. Ternyata kalau diperhatikan,
hobi makan berlebihan itu aku dapatkan dari ayah. Ayah selalu makan lebih
banyak dibanding kebanyakan bapak-bapak pada umumnya. Ayah selalu melahap
masakkan ibu tanpa ampun dan terkadang aku harus berebut dengan ayah untuk
menyantap habis salah satu hidangan yang disajikan ibu.
AKU ANAK IBU
Orang selalu heran ketika
mendapatiku memegang novel, mereka bilang aku seperti terhipnotis oleh novel
yang aku baca. Yah, pikiran mereka terlalu berlebihan. Kemampuan imajinasiku
sedang berusaha menela’ah dunia yang dihadirkan oleh novel itu. Sebenarnya aku
bukan pecinta semua jenis novel, aku hanya suka novel bergenre fantasi dan
over-romance. Anehkah penikmat music rock menyukai novel over-romance? Tentu
saja tidak (menurutku), karena kalau kalian perhatikan, lirik lagu music rock
jauh lebih romantis dibandingkan dengan lagu pop. Aku suka membaca sejak kecil,
ibuku selalu membiasakanku membaca sejak TK, entah itu buku dongeng atau majalah
bobo, walaupun saat itu kemampuan membacaku masih minim tapi ibu selalu ada dan
mengajariku hingga aku hafal dongeng itu di luar kepala. Saat aku mulai
beranjak remaja, aku mulai bisa menentukan apa yang aku suka untuk aku baca.
Ternyata ibuku mengetahui kebiasaan baruku dan menunjukkan koleksi bukunya saat
lajang, sungguh tak disangka ternyata aku dan ibu mempunyai selera yang sama
dalam hal bacaan. Ibu mengenalkanku pada penulis-penulis legendaris jaman dulu
dan menunjukkan karya-karyanya, dan aku juga memberi tahu ibu tentang penulis
muda jaman sekarang yang sedang aku gandrungi, aku juga memperlihatkan beberapa
novel fantasi favoritku.
Saat SMA aku mempunyai kebiasaan
baru, menulis. Kejadian apapun yang melintas dihidupku akan kuabadikan dalam bentuk
tulisan, entah hanya sebaris dua baris, yang penting ada kenangan tertulis. Aku
sering (tanpa sepengetahuan ibu) membaca buku harian ibu. Aku menempukan sajak
berbaris rapi, tersusun apik tiap baitnya. Awalnya aku hanya hobi membaca buku
harian ibu (tentu tanpa sepengetahuannya) sampai pada suatu ketika aku
merasakan kekesalan yang teramat sangat pada teman sekelasku, aku ingin marah
tapi dia temanku lalu aku menulis apa yang ingin aku katakan pada temanku, aku
tulis apa yang aku rasakan saat itu. Kau tau apa yang aku dapatkan setelah
menulis? Aku mendapati sebuah angin sepoi menyibakkan amarah di hatiku.
AKU
Aku adalah anak paling beruntung
karena mendapatkan orang tua paling sempurna dunia. Benar kata ibu, aku adalah
anak yang beruntung. Terima kasih karena telah menganugerahiku banyak hal. Aku
cinta kalian, ayah dan ibu.