Sunday, 2 March 2014

absurd -,-

23:27 0 Comments
Jumpa malam ini masih sisakan rindu
Angan berserakan tertindih kelu
Perlahan terkubur kenangan akan masa lalu
Tuan, aku mencandu tiap detail dirimu

Sorot matamu yang sayu..
Kehangatan sebuah rengkuh..
kecupan di kening yang meredam rindu..
Pelangi yang terukir di senyummu..
Sapaan penuh kasih dari bibirmu..
Genggaman keyakinan yang saling bertemu..
Dam berbagai keping kisah yang cukup kusimpan dalam biru..
Malam ini, sekali lagi untuk kesekian kali, aku merindu...

Tuan, maaf jika aku terlalu memujamu

Aku ingin terbenam dalam pelukmu,
dalam.. sedalam-dalamnya.
Ingin kudengar irama detakmu..
Ingin kurasa belai hangatmu..
Ingin kurasa hembus nafasmu..
Ingin kudengar dengkur lelapmu..
Ingin kutransfer segala rinduku..
Inginku untuk selalu bersamamu...

Kebodohanku..
Kepergianmu..
Tuan, maafkan aku..

Penyesalanku bertaut pahit..
Tak kutemui lagi dirimu yang legit..
Cinta kita tlah sulit terkait..
Dan inilah aku yang hanya bisa memujamu dalam bait..

Kau Tepati Janji Suratmu

23:18 0 Comments
Sore ini kuharap seperti senja-senja sebelumnya, jingga tersenyum dengan sirat merah, dikulum kilau cahaya keemasan.

  Kupatut diri di depan cermin, menimbang apakah setelan kemeja nila dengan rok selutut ini pantas kukenakan untuk bertemu denganmu. Kupoles bedak setipis mungkin, mengingat ucapanmu tentang rona pipiku yang hilang tertindih bedak. Tak lupa kupasang lipgloss pada bibirku, sekedar menghapus kesan pucat pada wajahku. Aku ingin tampil cantik namun tetap alami di hadapanmu. Sore ini seperti yang tertulis di suratmu, kau akan kembali padaku, menggenggam jemari yang tElah lama kau biarkan kosong.

  Dengan langkah santai aku menuju ayunan itu (kau membuat sendiri ayunan itu, bermodalkan ban yang kau potong menyerupai kursi dan tali tambang yang kau ikat pada dahan pohon), tempat kita berbagi cerita, bersenda gurau hingga hari paling menyedihkan itu datang. Read More...