Saturday, 30 November 2013

Trilogi Inkheart

23:26 0 Comments
The Inkheart trilogi adalah serangkaian tiga novel fantasi yang ditulis oleh penulis Jerman Cornelia Funke, yang terdiri dari Inkheart (2003), Inkspell (2005), dan Inkdeath (2007). Buku-buku berisi petualangan remaja Meggie Folchart yang hidupnya berubah secara dramatis ketika dia menyadari bahwa dia dan ayahnya, seorang penjilid buku bernama Mo, memiliki kemampuan yang tidak biasa untuk membawa karakter dari buku-buku ke dunia nyata ketika membaca dengan suara keras. 

Awalnya saya tidak tahu-menahu tentang trilogi Inkheart. Hingga pada suatu sore, teman-teman di klub buku ingin mengadakan bedah buku, dan ada beberapa di antara mereka yang mengusulkan Novel Inkheart lalu mereka juga mengungkapkan alasan mereka menyukai buku itu. kontan saya yang menyukai novel fantasi langsung mencari review tentang novel Inkheart. sesaat setelah membaca review itu saya langsung jatuh cinta dan memutuskan untuk menabung. namun apa daya, list novel yang harus saya beli masih banyak, jadi terpaksa saya harus memendam hasrat saya.

tapi rejeki memang tak ada yang tahu datangnya. ada salah satu teman saya yang berbaik hati mau membelikan saya trilogi inkheart. saya sungguh berterima kasih kepada teman saya yang satu itu, dia sungguh baik hati. sering-sering saja beliin saya novel hehehehe *just kidding*

Hadiah Buku


teruntukmu

22:52 0 Comments
teruntukmu yang tak pernah kudengar suaranya namun selalu kuperbincangkan dengan hati.
aku menyimpan sejuta bayangan tentang obrolan kita di sebuah taman sekedar untuk menikmati senja.

teruntukmu yang tak pernah kulihat rupanya namun selalu mengusik pikiran.
aku memimpikan tentang dirimu yang memimpinku kala menghadap Tuhan.

teruntukmu yang selalu menutup diri dan tak memberiku celah.
aku berangan tentang dirimu yang menceritakan segalanya bahkan hal terkecil yang tak pernah kau bagi dengan orang lain

teruntukmu yang memproklamirkan diri sebagai penggemarku.
aku beruntung mengenalmu yang dengan baik hati memberi kejutan.

teruntukmu yang sedang sariawan dan terluka hatinya.
semoga kau cepat sembuh dan tertawa kembali :)

Wednesday, 27 November 2013

random (lagi)

21:40 0 Comments
Rasa ini tak terdefinisi,
Menggumpal satu dengan banyak arti.
Hadirkan gundah dalam diri,
pula asa terucap walau lirih.

kehadiranmu di sini,
peluk dan kecup di kening,
ternyata bagian dari memori.
lagi-lagi aku berilusi

seandainya tak ada delusi
mungkin kita masih berbagi kasih
mengucap rindu sebelum bersua dalam mimpi
namun semua tlah membeku, mati.

Tuesday, 26 November 2013

Dia

21:12 0 Comments
dia hidup dalam imaji
menyentuh tiap sudut hati
membangkitkan hasrat berilusi
membayangi hidup yang kosong tak terisi

dia serupa langkah kaki
berderap mengikuti irama hati
kadang menghentak, kadang sunyi.
bisikan lirihpun tak terdengar, laksana mati.

dia, dia, dia.
pembunuh setiap asa.
pula pengobat lara
dialah sang tersangka atas segala gundah

pelukmu

00:07 0 Comments
bintang tak kunjung menampakkan pendarnya, bulan pun bersembunyi di balik selimut sang awan. sungguh berbeda dengan malam-malam sebelumnya, bintang terhampar seperti gula yang tercecer di taplak meja. pemandangan di atas genteng rumah memang sungguh indah, aku senang menghabiskan sepotong kecil malamku di sana, berbagi kisah dengan angin, atau menitipkan rindu pada penghuni langit.

ada satu kisah yang selalu kubagi dengan malam, kisah ini selalu mempunyai subjek yang sama, kamu. dengan setting tempat, waktu dan objek yang berbeda, aku menceritakan tentang bagaimana rinduku yang beranak pinak dan dirimu yang telah beranjak. celotehanku tak pernah berhenti hingga aku sesak nafas karena sesenggukan yang kian menjadi. ya, akhir-akhir ini air mata sering mewarnai sesi curhatku dengan malam. bagaimana bisa aku menahan air di pelupuk mata jika rindu dan pikiran tentangmu masih membayang.

aku menyesal, sungguh. jika bisa ku berlari pada masa lalu, kan kukejar saat aku masih bisa dengan bebas bergalayut di lenganmu. tak pernah bisa kulupa bagaimana hangatnya pelukanmu dan manisnya ciuman yang mendarat di keningku. pelukmu menyimpan segala tentang kita, tentang bagaimana aku bisa menghabiskan seharian terlelap dalam pelukmu, tentang bagaimana aku bisa berlari dari kejamnya realita dan bersembunyi dalam pelukmu, tentang bagaimana aku lelah menghadapi kemunafikan dan memilih untuk terbenam dalam pelukmu, tentang bagaimana kita berbagi mimpi, dan berjuta tentang yang kita urai bersama dalam pelukmu.

sayang, jikalau kau ijinkan. sekali saja, berikan aku kesempatan untuk kembali. kembali menjadi wanita yang kau idamkan, kembali menjadi wanita yang selalu kau tunggu kepulangannya.

sayang, jika kau hitung jumlah bintang malam ini, mungkin sebanyak itulah rintik yang membasahi pipiku saat berbagi kisah denganmu pada malam.

Sunday, 24 November 2013

[ASSIGNMENT] Research Methodology

21:43 0 Comments
The background to the research: What prompted it?
The relevance of the research: What is the objective?
The research question in its definitive formulation

RESEARCH PROPOSAL FOR HAIR SHIELD CREAM

Background
In the first time, our company produced a shampoo for woman with a tight competition in market. As the time goes by, we see the demand of woman’s needs to make the hair smoother and help the shampoo’s function. Then we decided to launched a hair conditioner to the market.
But we still found a problem, shampoo and conditioner could not keep the hair smoothness for a long time. Women need a thing that could keep their hair beautiful, smooth and shining for a longer time. Sometimes women must go to Hair Salon to do a hair mask, this hair mask could keep the hair beautiful for a longer time. Then we consider to produced a hair mask and put it into one package with shampoo and hair conditioner for each type. So, women don’t need to go to Hair Salon for hair treatment, especially hair masking.
Market Scenario
15% women are using shampoo only, 50% are using shampoo & conditioner, and the rest are using shampoo, conditioner & hair mask.
·         The retailers do not push any particular brand of shampoo as they receive only 10% commission from shampoo sales
·         Nowadays women looking for a practically, efficient and effective things for anything, especially hair treatment.
Target Market
·         Rural market & urban market
·         Women, 17 – 45 years old
·         Women with a tight schedule (career women, student, backpacker, etc)

Objective
To prepare a solution for helping women’s hair performance stay beautiful all day long in practical way.
Methodology
Ø  Quantitative
Ø  Survey by questionnaire

Segmentation:
·         Women, 17 – 45 years old
·         Income and purchasing power
·         Scalp i.e. dry, oily, rough
·         Geographical area
·         Climate conditions i.e. tropical, temperate
Sample Unit:
·         Women visiting mall
·         Women visiting retail outlets
·         Women visiting hair salon
·         Students, girls only (school & college)
·         Our website
Sample Size:
Sample size depends on:
·         Research cost
·         Accuracy
·         Type of survey
·         We will take sample size of 5000 consumers and 100 retailers
Data Collection
·         Face to face
·         Social Media
·         Website

Solution
We produced a Hair Shield Cream, a cream that can be used anywhere and anytime without wash. This cream will keep the hair to stay smooth and beautiful all day long. Hair Shield Cream is a product that very suitable for women with a tight schedule who need a good hair performance in every activity.


hasil suntuk ngerjain tugas presentasi

21:11 0 Comments
secangkir teh dan beberapa keping biskuit menemani senjaku yang kelabu. hujan mengguyur kotaku dari pagi, seakan tak memberikan ijin untuk mentari menghangatkan makhluk bumi. senja dan hujan bukanlah kombinasi yang pas untuk menghabiskan sore, tapi kali ini berbeda, aku menikmatinya. ada kenangan tentang kita di tiap rintik yang jatuh mengetuk tanah dan membasahi kaca jendela.

jujur, aku tak sanggup mengingat tentang kita tanpa menitikkan air mata. jadi di sinilah aku, di antara jutaan titik air dari langit yang membasahiku, isak tangis yang tersamarkan oleh suara angin dan air mata yang menyatu dengan hujan.

Wednesday, 20 November 2013

selamat tinggal

19:34 0 Comments
*backsound : 4tune - Last Goodbye

hai sayang...
bagaimana kabarmu di sana?
kudengar hujan kerap menyapa kotamu.
kota kenangan kita :)
jangan sampai hujan mendatangkan petaka untukmu.
aku tak ingin mendengar kabar kau kesulitan bernafas. 
jaga kesahatan ya sayang..

masih bolehkah aku memanggilmu sayang?
kulihat kebencian telah mengakar di nadimu.
aku sedih, sayang.
hatiku tersayat kala mengetahuinya.
air mata ini mengucur kala membaca umpatan kasarmu..

masih adakah secuil tentangku di hatimu?
tolong katakan iya, karena aku akan terus berjuang.

sayang..
apakah wanita itu penggantiku?
wanita yang kau banggakan..
wanita yang sepikiran denganmu
wanita yang bisa menemanimu kala gundah..
apakah wanita itu, sayang?
apa kau begitu mencintanya hingga memilih tuk membenciku?
apa kau begitu tak ingin kehilangannya hingga mengusirku?

sayang..
masih ingatkah kau dengan kenangan manis yang melengkungkan senyummu?
masih adakah kenangan pahit yang menguatkan cintamu?
jangan bilang kau telah mati rasa.
jangan..

inginku berlari, melangkahkan kaki selelahku..
menjauhkan diri dari realita pahit
masih ku harap semua luka ini semu
namun tak begitu adanya, sakit ini tetap sakit

apa kau begitu menginginkanku pergi?
bagaimana jika aku masih ingin berdiri di sini?
bagaimana jika aku masih ingin menanti rasamu yang tlah mati?

sayang..
sungguh ku tak ingin mengucap selamat tinggal.
jika aku menghilang dari kehidupanmu belakangan ini,
bukan berarti aku melupamu..
aku hanya tak ingin membangunkan amarahmu..
jika ada hasratmu tuk kembali,
maka pelukku akan senang menyambutmu..

"selamat tinggal" sayang,
aku tak pergi, aku tetap di sini.
memandangimu yang kian menjauh..
jika aku boleh meminta,
tolong kembali sayang, aku tak sanggup merayakan kehilangan

Tuesday, 12 November 2013

apa yang kuingat tentang dingin dan kita?

22:19 0 Comments
malam ini aku membelah jalanan ibukota dengan tubuh menggigil. tak ada mantel hujan maupun jaket tebal yang melindungiku dari serangan hujan dan angin. sialnya, tanpa seijinku memori tentangmu berlarian menguasai setengah alam sadarku, ku-kurangi kecepatan kendaraan roda duaku, membiarkan rintik menghujamku selelahnya. aku kembali mengingat beberapa kenangan kita tentang dingin.

***

double date pertama kita, dengan karibku dan kekasihnya. kita berempat sepakat untuk menghabiskan sisa hari itu di kota tetangga. sepertinya Tuhan memang tidak menghendaki perjalanan kita hari itu, karena kita dihadang oleh petugas berseragam yang sedang beroperasi. untungnya, semua dokumenmu lengkap. tapi sungguh disayangkan, karibku dan kekasihnya harus membayar sejumlah rupiah untuk membungkam peraturan yang mereka langgar. namun kesialan tak berhenti di situ, sepulangnya kita dari petualangan hari itu, hujan lebat mengguyur sepanjang sisa perjalanan kita, kau memacu motormu jauh lebih kencang dari batas normal, alhasil kita tidak begitu kuyub, ah kau kuyub ding hihi ^^ pengalaman kedinginan pertama kita

***

perayaan anniversary pertama kita. mengingatkan kita bahwa kita telah menjalin kasih selama satu tahun. aku dan kamu memutuskan untuk pergi seharian dengan memakai kaos couple yang bertuliskan Buni di kaosmu dan Huni di kaosku. Langitpun seakan cemburu, dia mengutus pasukan hujan untuk menghambat perjalanan pulang kita. ditambah dengan ban bocor, seakan melengkapi penderitaan kita hari itu. kau mendorong motormu, mencari tukang tambal ban di pinggir jalan. dingin yang menyelimutipun menambah berat langkah kakimu. sore itu, aku ingin mempunyai kekuatan yang bisa menyerap lelahmu hanya melalui sorot mata.

***

malam minggu sangat identik dengan muda-mudi yang memadu kasih. anehnya kita jarang bertemu saat malam minggu, alasan utamanya adalah sulitnya ijin dari orang tuaku. tapi malam itu, akhirnya kita bisa menjadi pasangan yang bermalam minggu. seperti kasus sebelumnya, ban bocor mewarnai kencan kita. untung saja kita menemukan tempat tambal ban yang tak begitu jauh. aku lupa bulan apa tepatnya, yang pasti malam itu angin bertiup cukup kencang, dan konstan bulu-bulu tanganku berdiri menandakan bahwa aku mulai kedinginan. dan kamu, cowok cuek yang kadang peka atau pura-pura ga peka, melepas jaket yang kau kenakan dan memakaikannya padaku, lalu mengecup keningku. ahh sungguh manis :') entah mengapa, kecupan di kening selalu lebih bisa membuat mataku terpejam seakan menikmati tiap kasih sayang yang sedang kau transfer hihi :D

***

Entah itu bulan februari atau maret, yang pasti penyakit asmamu sedang kambuh bulan itu. cuaca memang sedang tidak bersahabat, angin kerap bertiup sangat kencang dan udara malam menjadi teramat dingin. sebagai kekasih yang mencintaimu, aku berniat untuk merawatmu selama 3 hari. sungguh aku tak tahu bagaimana cara merawat orang sakit asma, karena itu adalah pengalaman pertamaku, mungkin lebih tepatnya menjaga, karena yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengan rawat-merawat. aku hanya bisa memastikan kamu tidur dengan nyaman, pola makan teratur serta jadwal minum obat. kau tahu apa yang paling kuinginkan selepas menjaga? aku berharap bisa merawatmu tiap hari, bahkan dalam keadaan sehat.

***

kenangan terbaru kita tentang dingin adalah saat kita menghabiskan sepertiga malam di kota Apel. malam itu, kita sepakat untuk pergi ke Alun-Alun, tempat dimana kita bisa menikmati gemerlap lampu tengah kota di atas ferris wheel. aku sungguh menikmati saat itu, kemerlip lampu kota Malang yang bisa kita nikmati di kota Batu, hangatnya genggamanmu, dan tiap jepret kenangan yang kita abadikan. kota Batu memang akrab dengan dingin yang menusuk hingga ke tulang. aku yang rentan dingin, berusaha mencari kehangatan dengan cara apapun yang bisa kulakukan, hingga pada akhirnya kau menawarkanku untuk menyembunyikan kedua telapak tanganku di balik kaosmu saat perjalanan pulang, dan benar saja, kehangatan mulai menjalar. terima kasih, kau memang yang terbaik..

*****

bunyi klakson mobil yang sedang buru-buru mengembalikanku kesadaranku secara utuh, aku kembali menambah laju motorku ditemani dengan sisa rintik yang ikut merayakan kerinduanku padamu. kau tahu? bahkan, kini hatimu lebih dingin daripada malam ini.

Entah.

10:11 0 Comments
Rasa ini, entah apa namanya. rasa takut kehilangan dan tergantikan oleh wanita yang kini kerap tersenyum manis di hadapanmu.

kau tahu apa hal paling bodoh yang aku lakukan? bukan, bukan mencintaimu, tetap mencintaimu bukanlah suatu kebodohan, memutuskan untuk meninggalkanmu demi dirinya yang ternyata pecundang adalah kebodohan terbodoh yang pernah aku lakukan.

penyesalan ini serupa dengan penyesalan lainnya, selalu datang terlambat, ia tiba di saat aku menyadari tiap detail kekhilafanku dan ingin kembali padamu. sesal sukses membuatku terobsesi untuk memutar detak jarum jam ke saat aku dan kamu masih menjadi kita.

kau tahu, terkadang keingintahuankupun menusuk kian dalam, jauh ke dalam relung kasih yang dulunya menjadi tempat rinduku bersemi. kau bilang wanita itu teman lamamu yang lama tak bersua dan bertukar sapa. ada perih dan isak lirih saat kau mengatakan bahwa kau nyaman dengannya, dan mulai menaruh harap, pula cinta. ada jutaan panah api lara menghancurkan asaku saat kau membenarkan rasa yang kaupun belum mengetahui rasa itu, yang diikuti dengan rasa takut akan kehilangannya. ada senyum yang terpaksa melengkung dengan erangan lara saat aku mengucap semoga kalian segera bersama.

Dinding : "Aku saksi kebodohanmu"

09:30 0 Comments
backsound : Glenn Fredly - Sedih Tak Berujung

2 tahun yang lalu, gadis itu resmi menjadi penghuni ruangan yang bersekat diriku. Chrysant, begitu orang memanggilnya, mulai beberes pakaian dan menatanya di lemari, beberapa barangnya terjejer rapi di atas meja. tapi ada satu benda yang sepertinya dia tak ingin orang lain tau, benda itu dia sembunyikan rapi di laci kecil di sudut.

tiap malam, dia mengeluarkan benda itu dari persembunyiannya lalu menulis beberapa baris kalimat, kadang dia menulis sambil menangis, tersenyum bahkan tak jarang dengan ekspresi rasa bersalah. ternyata benda itu adalah buku harian, pemberian dari kekasihnya yang terpisah oleh ratusan ribu kilometer. rupanya dia telah berjanji pada kekasihnya untuk menulis apa yang dia rasakan dan alami sepanjang hari. sungguh manis :)

entah sejak kapan dia mulai mengacuhkan buku harian itu, chrysant sering bersembunyi di balik bantal dengan suara isak yang memilukan, sungguh aku tak tega. dia merindukan kekasihnya, kekasih yang mulai melupakan dirinya. kekasih yang selalu dinanti sapaannya di ujung telfon. kekasih yang selalu bisa membuatnya tersenyum bahkan saat larut.

dan entah sejak kapan pula, chrysant terbiasa dengan sikap acuh kekasihnya. dia lebih sering tersenyum menatap layar handphone dan membaca pesan singkat yang entah dari siapa, menghabiskan sepanjang malam mengobrol dengan earphone tertancap di telinga dan suara lirih seakan takut membangunkanku yang tak pernah terpejam. chrysant mulai berani bermain dengan hati dan komitmennya. sungguh bodon.

Lelaki pertama yang kutahu hanya kekasih selingannya adalah teman satu kampusnya. entah bagaimana awal mulanya, yang kutahu chrysant mulai jatuh hati pada lelaki itu, lelaki yang menggeser posisi sang empunya hati. Sang kekasih yang mencium gelagat aneh chrysant memilih untuk mundur. entah apa yang ada di pikiran chrysant, dia menangis. untuk apa dia menangis, bukankah dia memiliki kekasih baru? sungguh aku tak mengerti apa yang ada di pikirannya. dan kalian tahu? pertengkaran hebat terjadi antara chrysant dan kekasih barunya. tak perlu kalian tanya apa yang terjadi selanjutnya, chrysant kembali kepada kekasih jauhnya, rumah hatinya. sekarang aku mengerti apa arti sebuah rumah hati, ia adalah tempat untuk kembali seberapa burukpun kekhilafan kita.

waktu kian berjalan, hari bernaung pada bulan. chrysant mulai jenuh terhadap acuh kekasihnya yang tak berkesudahan. rupanya dia menemukan tambatan baru, ahh bukan hanya tambatan, rupanya chrysant telah memutuskan untuk berlabuh. sungguh bodoh, dia mempertaruhkan komitmennya dan tantangan yang jarak berikan. chrysant dan kekasihnya benar-benar berpisah. tak perlu waktu lama untuk menemukan sesal di rona mukanya, pengkhianatan chrysant terhadap mantan kekasihnya terbayar lunas dengan pengkhianatan kekasih barunya.

namun, tak ada lagi rumah hati tempatnya kembali setelah puas bermain. mantan kekasihnya tlah mematahkan segala asa yang pernah mereka impikan bersama. kebodohan chrysant benar-benar membuatnya tersungkur. penyeselan tiada ujung pun menjadi tolak ukur.

kau sungguh bodoh, chrysant. kau tersesat dalam labirin yang kau buat sendiri. di sini aku hanya menjadi dinding, penyekatmu dengan dunia luar dan tempatmu kembali. jangan samakan dia dengan aku yang hanya bisa diam menanggapi kebodohanmu. dia berhati dan aku dingin. dia punya hati yang harus kau jaga, dan aku mempunyai dirimu yang harus kujaga. aku hanyalah dinding yang menjadi saksi bisu tiap kebodohanmu