secangkir teh dan beberapa keping biskuit menemani senjaku yang kelabu. hujan mengguyur kotaku dari pagi, seakan tak memberikan ijin untuk mentari menghangatkan makhluk bumi. senja dan hujan bukanlah kombinasi yang pas untuk menghabiskan sore, tapi kali ini berbeda, aku menikmatinya. ada kenangan tentang kita di tiap rintik yang jatuh mengetuk tanah dan membasahi kaca jendela.
jujur, aku tak sanggup mengingat tentang kita tanpa menitikkan air mata. jadi di sinilah aku, di antara jutaan titik air dari langit yang membasahiku, isak tangis yang tersamarkan oleh suara angin dan air mata yang menyatu dengan hujan.
No comments:
Post a Comment