Wednesday, 12 June 2013

impian sementara

11:55 2 Comments
ini bukan tentang kisah cinta yang kian menjamur, juga bukan tentang aku yang kian menua.
ini tentang impianku yang tersimpan, impian yang suatu saat menjadi kenyataan.

impianku bukan memiliki rumah megah dengan mobil mewah berderet.
impianku tentang memiliki pendamping di rumah hati yang kami design bersama.

impianku bukan tentang memiliki suami parlente
impianku tentang memiliki suami yang kuat imannya, taat kepada Tuhannya, dan bisa menjadi imam bagiku dan anak-anakku kelak

impianku bukan tentang memiliki bermilyar rupiah
impianku tentang memiliki bisnis syariah yang kita jalankan berdua

impianku bukan tentang membanggakan kekayaan
impianku tentang membagi rejeki kita kepada tuna wisma dan anak yatim piatu.

impianku bukan tentang menjadi profesor dengan ilmu dunia
impianku tentang mendalami Islam dan mengetahui ilmu Allah yang mutlak kebenarannya.

itu impian sementaraku, apa impianmu?

Tuesday, 11 June 2013

pahit lebih setia dari manis

20:23 0 Comments
selamat pagi rindu.
Apa kabar? semoga pahitmu tidak terlalu pekat. aku berharap ada sedikit manis menyapa di ujung sana.
mungkin kau sedang akrab dengan pahit, aku harap kau tidak akan menyesalinya nanti. aku bisa bercerita seperti ini karena ada sepenggal hidupku yang kuhabiskan bersama pahit..

awalnya aku sepertimu, berteman dengan pahit, selalu ada yang kurang jika tidak mengecapnya sehari. dia satu-satunya something yang setia, setia merundungku tiap pagi, seakan menjauhkan hangatnya mentari. saat senja berganti, dia tak mengijinkanku untuk bermandikan sinar jingga, dia menyuruhku untuk menyesapnya, "hidup itu tak seindah senja", begitu katanya. dan aku menurutinya, aku menghirup pahit sekali lagi untuk mengakhiri hari, dan mendung pun datang, berputar mengitariku sebelum aku beranjak ke dunia mimpi.

lalu pada suatu hari tanpa sengaja aku berkenalan dengan manis. tanpa sadar aku menambah gula lebih banyak dari biasanya. dan aku menyukainya, aku menikmati manis yang terasa begitu hmm memikat. aku mulai menyisipkan manis dalam tiap aktifitasku, menyisihkan pahit yang tanpa ku tahu menyimpan amarah padaku. pertengkaran pada akhir malam itu meledak, pahit tak rela aku lebih memilih manis daripada dia yang setia dan mengenalkanku pada dunia yang tak selamanya indah, dia menyerukan bahwa manis adalah rasa semu yang suatu saat bisa membuatku muak. tapi aku tetap bersikukuh bahwa manis adalah yang terbaik, setidaknya dia selalu menghadirkan senyum saat aku mengawali dan menutup hari.

sejak malam itu aku dan pahit tak pernah bertukar sapa, dia selalu menghindariku dan akupun tak berusaha untuk meminta maaf. kita hidup dalam diam masing-masing. dan selang beberapa bulan, ucapan pahit menjadi kenyataan, aku mulai muak dengan manis yang menurutku terlalu semu, manis selalu terasa sama dalam hidup seseorang. berbeda dengan pahit, tiap orang mempunyai takaran tersendiri untuk menikmatinya. dia benar, dia selalu setia, dia hanya menyajikan satu rasa untuk satu orang. aku bodoh, menganggapnya hanya mendung yang selalu menggelapkan sinar mentari. aku ingin berbaikan dengan pahit, tapi sepertinya terlambat. dia tak pernah mengijinkanku untuk mengembalikan takaranku yang dulu. aku merindukannya, walau dia pahit setidaknya dia telah mengajarkanku bahwa dunia ini tak selamanya indah.

Monday, 10 June 2013

semu

22:06 0 Comments
kau tahu apa yang paling memilukan setelah patah hati, "tetap berharap pada impian semu"
semua yang kita lewati berdua,
lagu yang kita dengarkan bersama, 
film yang kita tonton,
janji yang kita ucap, 
atau bahkan genggaman tangan yang selalu menenangkan. 
semua itu semu.

kau tahu apa yang aku harap tidak pernah menjadi semu, "pelukanmu". 
aku harap pelukkanmu senyata harapan kosongku. 
aku masih ingin bersembunyi di situ, aku masih ingin menghangatkan diriku yang dihimpit oleh dunia yang kian beku.
tapi pelukanmu juga ikut membayang dan berakhir semu.

kau tahu apa yang masih hidup dalam hatiku, "kenangan"

klise

21:38 0 Comments
someone told me, "jodohmu adalah orang yang bisa mengubahmu menjadi lebih baik". Do you agree with that statement? Well, actually I'm not completely agree, maybe only 75% of my heart say that it's true, but no for the rest.

aku, gadis rebel dan labil yang tidak begitu tertarik dengan Islam. hingga aku bertemu denganmu, si pendiam berkacamata dengan senyum menawan. tanpa aku sadari, kau memikatku. jujur, ini baru pertama kalinya aku tertarik dengan lelaki yang jauh dari kriteriaku. kamu rajin solat 5 waktu, berpegang teguh pada prinsip dan memiliki iman yang kuat, belum lagi sederet sifat baikmu yang tak bisa aku sebutkan. subhanallah.

kita mengawali semester pertama dengan akrab, terlalu akrab malah. aku menaruh hati padamu dan kamu tahu, tapi kamu berpegang teguh pada prinsipmu, kamu tidak ingin mempunyai hubungan spesial. selain itu, aku tidak masuk ke dalam kategori wanita favoritmu. kau mengidamkan wanita putih, cantik, dan aku sadar, aku tidak putih, dan tidak cantik.

suatu ketika, kamu pernah berkata padaku, "kalo pake jilbab simple itu enak diliatnya, manis". Mungkin itu hanya ceplosan biasa, tapi aku menyimpannya. beberapa bulan setelah itu, aku mulai memberanikan diri untuk berhijab. jangan berfikiran kamu adalah alasan utamaku untuk berhijab, tapi kamu adalah penyemangatku untuk mengenal Islam lebih dalam.


sekedar kenal

21:19 0 Comments
Ini bukan kali pertama kita saling memandang dan bertukar senyum tanpa mengetahui nama masing-masing. kau duduk di pojok belakang dan aku di tengah gerombolan. apa ini yang namanya love at first sight? entahlah. aku seperti tenggelam dalam sorotmu dan mengacuhkan kicauan temanku. senyummu begitu mempesona, membuat jantungku berhenti sejenak. tolong, jangan terlalu sering tersenyum, kau memenuhi sela otakku, beri aku kesempatan untuk terpikat pada lelaki lain.

aku tak mengerti di antara lebih dari 200orang dalam ruangan itu, kenapa mataku bisa terpaku padamu. kamu dengan gaya santai, memakai jersey dan sepatu bertali, jam tangan sport, rambut rapi dengan gel dan dua bola mata yang terlalu menyilaukan hatiku. di sekitarmu sibuk mempersiapkan materi yang akan dikompetisikan, menenggelamkan badan dalam almamater masing-masing. tapi kamu dengan santainya memasang handsfree dan asik dengan duniamu sendiri. ajak aku ke duniammu, ijinkan aku menikmati sesuatu yang membuatmu tersenyum.

upacara pembukaan dibuka, sederet rangkaian acara mulai membuat mataku berat. aku butuh kopi. dan kuputuskan untuk pergi ke booth snack, mengambil secangkir kopi dan sepiring cemilan. ketika aku kembali, ternyata kursiku telah diduduki orang lain, "sial, ternyata disini juga berlaku pindah pantat hilang tempat", gerutuku. aku melongok, melebarkan pandangan mencari kursi yang kosong. dan voilaa! aku menemukan kursi kosong, akhirnya aku bisa duduk. tanpa aku sangka, ternyata aku duduk di sebelahmu. ohmygod~ apa kabar jantungku, semoga dia masih tetap berdetak normal.

15 menit pertama berlalu dalam diam, sampai akhirnya kau membuka percakapan, "dari kampus mana?" "Cintari University, kamu?", "School of Tourism. Gavin", "Lina" begitulah perkenalan singkat kita. kita bertukar cerita tentang klub sepak bola favorit masing-masing, hingga tempat kuliner di sekitar kampus. dan kita sekedar bertukar kata untuk pergi ke sana suatu waktu. Well, that was perkenalan singkat kita, tanpa saling bertukar nomor HP atau akun social media. but I'm happy, at least I knew your name :)

impianku bukan perpisahan

19:14 0 Comments
kita telah melewati 1500hari, tidak heran jika kita sering berbagi mimpi berharap semua akan terwujud. berbagi kisah sedih untuk sekedar mengangkat beban, atau bercerita tentang aktifitas yang kita alami hari ini.

kau tahu, aku selalu merindukanmu. entah mengapa, aku seperti tertarik oleh gaya gravitasi untuk selalu terjatuh pada tiap detail dirimu. aku bingung, cinta ini gila atau mungkin aku yang menggilaimu, ahh entahlah yang pasti aku selalu merindukanmu seperti malam ini.

entah berapa kali kau ucap janji untuk sekedar memberi kabar dan mengurangi sifat acuhmu. tapi sepertinya aku masih harus selalu menjadi remindermu, untuk mengingatkan bahwa aku ada, aku butuh kamu. setelah sepanjang siang menghilang tanpa kabar, malam ini aku mengingatkanmu,
"buni kemarin janji apa ya sayaangg"
"buni lagi di luar hun, ntar buni telfon"
bagaimana kau bisa membaca pikiranku, aku merindukanmu, kau selalu tahu apa yang aku mau. sejam, dua jam berlalu tapi tetap tak ada kabar. aku mengirim beberapa pesan. dan saat hampir berganti hari kau membalas dan memintaku untuk bersabar sampai hari berganti lewat satu menit.
bbzz...bbzz..bbzz.. namamu muncul di layar handphoneku,tak ragu ku pilih accept dan ku dengar hembusan nafasmu di ujung sana. aku gembira sekali meski aku tak bisa menghirup oksigen yang sama dan merasakan dihimpit tembok yang sama, aku tetap merasa lega, setidaknya ada bagian dari dirimu yang masih bisa ku nikmati.

kita membuka obrolan dengan keluhanku terhadap alergi dingin yang kambuh, dan kau dengan gurauan khasmu membuatku ingin dirajuk. kita mulai beralih topik tentang training kerjaku, skripsimu yang tak kunjung selesai dan impian kita. impian yang tak terlalu muluk, membangun sebuah keluarga kecil diawali dengan membeli rumah sederhan dengan satu ruang perpustakaan yang nyaman, dilengkapi dengan anak-anak kita. bahkan kita telah menyiapkan nama untuk dua anak perempuan kita, Kalula dan Cintari. Kalula adalah nama pilihanmu dan Cintari adalah pilihanku. tapi aku lupa siapa nama anak laki-laki kita kelak, padahal aku telah menyiapkannya. ahh sudahlah, kita pikir lagi nanti.

ntah angin mana yang membawa obrolan kita ke buku Udah Putusin Aja karya Ustd. Felix. kau mulai mengemukakan ketidaksukaanmu pada pembaca buku itu yang menurutmu bermuka dua, dan menjalani semuanya setengah-setengah. agama bukan mainan, begitu katamu. aku tahu agama bukan mainan, kamupun juga bukan mainan, aku mencintai agamaku, dan kamu. aku berusaha menjelaskan bahwa aku tidak bermuka dua, aku berada ditengah-tengah, dan aku tidak bisa melepas semuanya. tapi kau tetap bersikukuh, dan memintaku untuk tidak setengah-setengah dalam memperkuat iman.

terimakasih untuk semuanya. aku tak mengerti apa yang membuat impian kita berbalik menjadi perpisahan. aku akan selalu mengingatmu sebagai mantan lelaki masa depanku, choi chul-soo..

Monday, 3 June 2013

Selamat mengulang 30 Mei yang ke 24 (latepost)

21:13 0 Comments
Sebelum kita menembus dimensi memori, aku ingin memperkenalkanmu pada dunia. semoga mereka tidak menggilaimu seperti aku.
kamu terlahir di hatiku, sempurna tanpa cacat pada tanggal 11 April 2009. Memulai kisah baru dengan jarak yang selalu merintang.
kamu terlahir di dunia, dengan badan mungil tanpa dosa pada tanggal 30 Mei 1989, tumbuh menjadi anak laki-laki pendiam dan penuh kejutan. Sifat itu yang selalu kurindukan, walau memang menjengkelkan, semoga aku tidak pernah lupa bagaimana cara ngambek agar kau bisa merajukku :D

30 Mei 2009,
untuk pertama kalinya kamu melewati pengulangan tanggal lahirmu bersamaku. tepat jam 00:00 aku menelfonmu, mengucapkan selamat ulang tahun dan berentet doa, kita juga berencana akan menghabiskan hari itu bersama. Tapi aku begitu bodoh, harusnya aku sadar orang tuaku tak kan semudah itu mengijinkanku pergi seharian. hari spesialmu rusak, sampai hari inipun aku masih menyesal, maafkan aku :(

30 Mei 2010
jujur, aku lupa apa yang kita lakukan pada hari itu. maaf :(

30 Mei 2011
kita merayakannya lebih cepat, karena aku harus menghadapi UN SMK. maafkan aku sekali lagi tidak dapat menyempurnakan perayaan tanggal lahirmu :'(

30 Mei 2012
kita benar-benar tidak bisa bertemu, aku hijrah ke ibukota, meninggalkanmu di sana. sedih sekali :( maafkan aku meninggalkanmu :(

30 Mei 2013
aku ketiduran, maaf :( padahal aku sudah berencana untuk menahan kantuk sampai berganti tanggal dari 29 ke 30, tapi aku ketiduran. maaf :( aku mengucapkannya jam 9 pagi, maaf atas keterlambatanku, ketidak hadiranku :(

Maafkan aku, tidak pernah bisa menghadirkan senyum bahagia di tanggal lahirmu. Tapi kau harus tahu, aku berharap bisa selalu hadir di tiap harimu, menjadi orang pertama yang melihat rambutmu memutih. Aku yakin, suatu saat nanti kita akan bisa merayakan hari spesialmu bersama :)

Selamat Ulang Tahun..