Wednesday, 30 October 2013

Wish-list

21:38 0 Comments
Before you read this post, I'd like to ask you something. In your opinion what the meaning of wish is? because on my own, wishes is a wants, and it doesnt mean that Im not grateful with what I have. what are your wishes? because this time, Im gonna tell you my wishes. so I have some simple wishes for this coming next year.

1. Study abroad
I want to gain my experiences and my knowledge, I never go to overseas before :( I want to have a job with a good position & great salary and I also want to have some businesses.

2. Novels
I love to read romance novels, and I do need a recommendation.

3. Netbook
why? because my laptop is getting old and cant do something rapidly again, so it's really hard for me to finish my assignments when I need to open a lot of files or applications. beside that, netbook is not as heavy as notebook and so much easier than tablet. I have one tablet, I love to use it when Im outside, but still, table couldnt replace the function of netbook.

4. Handphone
nowadays, android became the smartphone market leader. and I want to have one of those smartphones.

It's enough for tonight, maybe someday I'll add more wishes on my wishlist ;)

Tuesday, 22 October 2013

Boyce Avenue - Change Your Mind

19:42 0 Comments
Akhir-akhir ini aku suka banget dengerin lagunya Boyce Avenue - Change Your Mind, awalnya aku cuman suka lagunya tanpa tahu liriknya :D

There you are with your perfect way
You've got this little shine in your eyes
To hear one word would make my day
But there's no room for me in your life
Ohhhh
You've got me down on my knees
Ohhhh
And in my mind I can see
How perfect everything could be
But you won't give us a try

[Chorus]
But if I could change your mind
How would you want me
Would you say you need me
'Cause I need you now
[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/boyce-avenue-change-your-mind-lyrics.html ]
I try to move on but your perfect way
Has got a little child asking why
But this world keeps spinning
As my heart stops beating
Is there still no room inside
Ohhhh
You've got me down on my knees
Ohhhh
And in my mind I can see
How perfect everything could be
But you won't give us a try

[Chorus]
But if I could change your mind
How would you want me
Would you say you need me
'Cause I need you now
If I could change your mind
(Please tell me I'm not the only one)
(Please help me believe I'm not the only one)
If I could change your mind

[Chorus]
But if I could change your mind
How would you want me
Would you say you need me
'Cause I need you now

[Chorus]
And if I could change your mind
How would you hold me
Would you stay forever
Or just leave me here to drown

And if I could change your mind
(Change your mind)
If I could change your mind
(Change your mind) 


Friday, 4 October 2013

Taman Senja Saat Pagi Hari

23:15 0 Comments
Anak-anak matahari berlarian menyongsong hari, menjemput sisa-sisa kantuk yang mengatupkan kedua kelopak mata. mau tak mau akupun harus mengikuti pergerakan kaki-kaki sang surya. kuregangkan otot-otot yang masih enggan beranjak dari dimensi mimpi. kakiku terpaksa harus menjenjakkan telapaknya di atas lantai yang dingin. dengan semangat yang belum mencapai puncak, aku masuk ke kamar mandi, membiarkan air pagi mengguyur tubuhku, menghapus sisa mimpi yang masih melekat di pori-pori.

pagi ini aku pergi ke kampus lebih awal dari biasanya, memang kusengaja. aku ingin melewati taman yang sempat kita puja berdua. Taman Senja. itu bukan nama sebenarnya, kita yang menyebutnya begitu, karena kita mengunjunginya tepat saat terik memudar dan diganti oleh gurat jingga bersemburat ungu. kusempatkan untuk memarkir motor dan berjalan menyusuri jejak kita berdua, udara ibukota masih sejuk walau banyak kendaraaan berpolusi yang mencemarinya.

sayang, taman senja kita berubah. tak ada lagi sampah yang menggenangi sungai, walau airnya masih sekeruh dulu, yah setidaknya terlihat lebih teduh. pagi ini kulihat truk pengeruk sampah sedang menjalankan tugasnya. taman senja kita lebih indah. seandainya kita masih bisa saling menggenggam saat menyusuri jalan setapaknya, pasti akan menyenangkan.

aku memutuskan untuk duduk di bangku tepat di pinggir sungai, tempat kita menghabiskan senja dulu. termenung, melumat masa lalu sembari memnyaksikan lalu lalang orang dengan aktifitas yang berbeda. ada seorang ibu sedang sedikit memaksa anaknya untuk sekedar membuka mulutnya dan menerima asupan gizi di pagi hari. lalu ada pula 3 orang wanita paruh baya sedang beristirahat setelah merapikan taman, sepertinya mereka petugas kebersihan. di sudut taman, kudapati sepasang muda-mudi sedang beristirahat setelah berlari pagi. dan dikarenakan taman ini berada di antara gedung-gedung ibukota, maka sering kudengar suara klakson seperti penanda bahwa sang pengemudi sudah terlambat, atau deru motor yang tergesa karena siang telah menyapa. ah iya, aku hampir melupakan jadwal kuliah jam pertama. mengenangmu dengan kemasan yang berbeda selalu bisa membuatku lupa waktu. aku berlari kecil ke tempat parkir dan melajukan motorku menuju kampus.

Thursday, 3 October 2013

Business Ethics In Australia (writing assignment)

21:06 0 Comments

In Australia, business ethics refers not only to whether a company treats its customers fairly or if it is honest about its business practices. Australian business ethics also emphasize respect for individuality and privacy, as well as direct and honest communication and negotiation. Ethical business behavior revolves around being upfront, presenting yourself honestly and judging someone based on actions and skill, not on title or rank.


Equality

Australians value equality, which is an important social principle and is especially prevalent in the business world. Australians avoid what they call "Tall Poppy Syndrome," which refers to standing out from the crowd. They avoid drawing attention to their academic or professional credentials or other accomplishments, and do not respond well to others bragging about their personal achievements or that of their company's. Instead, they look to a person's abilities and performance as indicators of his or her competence.
Corporate Structure
Australia's focus on egalitarianism and individuality strongly influences corporate structure and hierarchy. Employees may hold higher ranks but that doesn't mean they necessarily have more authority, or that employees at lower levels have less input. In fact, collaboration at all levels is essential to ethical business behavior. Upper-level managers typically seek input and advice from their subordinates, and there is often no obvious distinction between upper- and lower-level employees. Employees at lower levels frequently have considerable decision-making power.
Gender Roles
Equality is also crucial when it comes to a woman's place in the business world. Women work in many of the same industries as men, and often hold positions of authority.
Negotiations
Professionals are expected to set their feelings aside, focusing instead on facts, evidence and company rules. Negotiations often move swiftly, and while Australians are receptive to new ideas, these new ideas must be based on empirical evidence. Australian business people don't like an aggressive or overly persuasive sales approach, preferring direct communication about the other person's intentions. Bargaining is also not well-received.
Privacy and Relationships

Australians draw a clear line between their personal and professional lives, and expect others to do the same. However, Australians do like to establish a personal relationship with colleagues and associates, and may want to make small talk before starting a meeting.

Eksperimen Puding

20:51 0 Comments
kelasku mendapat sebuah big project untuk mata kuliah Student Company I. dalam project kali ini, kami harus mendapatkan profit dengan produk yang berinovasi. kelas kami terbagi menjadi dua kelompok yang kebetulan terjadi (seperti) pertukaran di dalamnya. kelompokku terdiri dari aku, Ami, Vidi, Sasa, Raihan dan Kala (4 cewek & 2 cowok). kelompok lainnya terdiri dari kak Rully, kak Alan, Ikhwan, Adam, kak Anggi dan Reyna (4 cowok & 2 cewek). kelompok kami memutuskan untuk membuat Pudding Ubi Ungu, cukup berinovasi kan? kami tidak perlu memberi pewarna buatan untuk membuat produk kami menarik.

siang ini, kami memutuskan untuk mencoba membuat pudding (tanpa ubi), anggap saja sebagai trial agar kami mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk langkah-langkah selanjutnya. selain itu, ada paper tentang usaha kami yang harus dikumpulkan senin depan -_-

namun sayangnya, usaha kami agak gagal. karena kami menginginkan tekstur yang lebih lembut, maka kami menambahkan kuning telor ke dalam adonan puding, yang menjadikan puding kami berbau amis walau telah dicampuri vanili. doakan agar kami berhasil di eksperimen berikutnya yaa :)


Puding Kuning Pertama Kami




kabar kehilangan

10:51 0 Comments
Pagi ini ada yang harus kukabarkan
Kutitipkan kabar itu pada burung yang berkicauan
Ini bukan tentang lembaga pemerintahan
Bukan pula tentang artis yang berganti pasangan
Ini tentang seorang gadis yang kehilangan
Berjalan gontai penuh penyesalan
Mengandai akan dituntun oleh harapan
Sungguh kasihan,
Hidupnya telah berantakan
Tak ada lagi asa dalam genggaman
Tiap malam dia menangis dengan rintih tertahan
Sungguh miris saat mendengarnya bersedu sedan
Seringkali dia memanggil nama Tuhan
Meminta pertolongan,
Namun tak kunjung mendapat jawaban.
Dia lelah, Tuhan.
Dia tak mampu berdiri sendirian.
Dia ingin sebuah tumpuan.
Tolonglah dia, Tuhan.
Jangan biarkan dia mati tertimbun kenangan.

Wednesday, 2 October 2013

Senyum Lelaki Penolong (Part II)

22:45 0 Comments
Selang beberapa minggu setelah kejadian terjatuh ke dalam lubang sialan itu, aku mulai melupakan tentang lelaki bersenyum maut. aku kembali beraktifitas seperti biasa, tak ada lagi bayang tentang lelaki itu. seperti hari-hari sebelumnya, aku menghabiskan waktuku seharian duduk di taman sudut kota, menikmati es kelapa muda hingga mencair dan menjelma menjadi air es. seperti tak kapok setelah memergoki mantan kekasihku dengan wanita barunya, aku tetap setia pada taman itu, aku mulai mencintai rutinitasku (yang sebenarnya tak patut disebut sebagai rutinitas).

Oktober telah menjejakkan kakinya di tahun ini, pertanda hujan akan sering datang secara tiba-tiba. entah sekedar gertakan mendung atau rintik mengeroyok. aku yang tak menyadari tentang perubahan musim, menghiraukan nasihat ibu untuk membawa payung sesaat sebelum berangkat ke taman. kupikir hari ini akan panas, karena matahari telah membakar beberapa saat setelah jam 9 pagi. namun ibu memang selalu benar, tepat jam 2.30pm, hujan tiba-tiba mengguyur kota, aku menyesal telah menghiraukan nasihat ibu yang kuanggap terlalu berlebihan. aku kelabakan, buru-buru kubayar es kelapa mudaku, dan aku berlari mencari gazebo atau tempat seadanya untuk berteduh.

tak kutemukan gazebo atau tempat dengan atap sempit yang bisa kusinggahi sesaat, kalaupun ada, itu jauh di seberang, dan jalanan sedang ramai-ramainya. orang-orang seperti berlomba menghindari serangan hujan siang itu. aku yang tak memakai jaket, mulai menggigil di bawah hujan. berjalan perlahan keluar dari taman, dan sebelum aku menggapai pintu keluar, tak kudapati lagi tetesan air hujan, aku mendongak dan kutemukan payung lebar berwarna pelangi melindungiku dari amukan titik-titik air, lalu.. lalu.. dia, lelaki itu.. lelaki penolong itu, tersenyum dan memberikan jaket yang tersampir di bahunya. "kamu lagi", begitu ujarku sambil tersenyum, "terimakasih", lanjutku. tapi dia hanya tersenyum tanpa berkata apapun dan kami berjalan bersampingan keluar dari taman.

aku yang belum mengetahui namamu, kembali terusik oleh rasa penasaran yang teramat sangat. kuberanikan diri untuk bertanya siapa namamu, namun sekali lagi kau hanya tersenyum, dan menjawab "tak perlu kau tahu siapa aku, yang harus kau tahu adalah aku akan selalu ada saat tak ada orang lain yang ada untukmu"

Praja dan Jodoh dalam Pikiran

22:13 0 Comments
kembali dia sesap satu-satunya gulungan tembakau yang tersisa, tiap kepulan dia hembuskan sembari menatap awan, tatapan kosong menerawang. dia akrab disapa Praja. pengangguran berwawasan yang menyerah pada tetek bengek pemerintahan, tak pernah ada orang yang tahu apa yang ada di dalam pikirannya, kecuali dia dan Tuhan.

"bengong aje lu", sapa Andre, temannya sedari kecil. Praja hanya menengok sesaat dan tersenyum kecil, lalu dia kembali ke dunia yang dia ciptakan sendiri. Andre yang tahu betul kebiasaan Praja, mengacuhkan sifat aneh sahabatnya itu, dia memilih pergi untuk menyeduh kopi di warung depan gang.

"siapa aku? kenapa aku ada? kenapa manusia harus berjodoh? bagaimana dengan manusia yang tidak berjodoh? kenapa Tuhan mengaturnya begitu? bagaimana jika mereka berjodoh namun yang satu selalu tersakiti?", pertanyaan itulah yang membuat Praja sibuk berkutat dengan pikirannya. Dia yang tak pernah sekalipun tertarik pada wanita, mendadak memikirkan tentang jodoh. seperti trauma, Praja menganggap semua wanita sama seperti ibunya (yang dia sendiri tak tahu siapa). menurut Praja, wanita hanya senang membuat anak dan menjadikan proses melahirkan sebagai beban lalu membuang beban (anak) tersebut.

maafku selalu ada

21:57 0 Comments
senjaku sempurna tanpa cacat.
memendarkan jingga walau sesaat
lalu sang Ungu-pun menyemburat.
selang beberapa saat,
rintik ikut merapat,
seakan ingin menyempurnakan senjaku di saat yang tepat.
tak kudapati lagi hati yang tersayat.
kini aku kembali berdiri kuat.
terimakasih untuk semua muslihat.
maafku selalu ada untuk luka yang kau buat