someone told me, "jodohmu adalah orang yang bisa mengubahmu menjadi lebih baik". Do you agree with that statement? Well, actually I'm not completely agree, maybe only 75% of my heart say that it's true, but no for the rest.
aku, gadis rebel dan labil yang tidak begitu tertarik dengan Islam. hingga aku bertemu denganmu, si pendiam berkacamata dengan senyum menawan. tanpa aku sadari, kau memikatku. jujur, ini baru pertama kalinya aku tertarik dengan lelaki yang jauh dari kriteriaku. kamu rajin solat 5 waktu, berpegang teguh pada prinsip dan memiliki iman yang kuat, belum lagi sederet sifat baikmu yang tak bisa aku sebutkan. subhanallah.
kita mengawali semester pertama dengan akrab, terlalu akrab malah. aku menaruh hati padamu dan kamu tahu, tapi kamu berpegang teguh pada prinsipmu, kamu tidak ingin mempunyai hubungan spesial. selain itu, aku tidak masuk ke dalam kategori wanita favoritmu. kau mengidamkan wanita putih, cantik, dan aku sadar, aku tidak putih, dan tidak cantik.
suatu ketika, kamu pernah berkata padaku, "kalo pake jilbab simple itu enak diliatnya, manis". Mungkin itu hanya ceplosan biasa, tapi aku menyimpannya. beberapa bulan setelah itu, aku mulai memberanikan diri untuk berhijab. jangan berfikiran kamu adalah alasan utamaku untuk berhijab, tapi kamu adalah penyemangatku untuk mengenal Islam lebih dalam.
aku, gadis rebel dan labil yang tidak begitu tertarik dengan Islam. hingga aku bertemu denganmu, si pendiam berkacamata dengan senyum menawan. tanpa aku sadari, kau memikatku. jujur, ini baru pertama kalinya aku tertarik dengan lelaki yang jauh dari kriteriaku. kamu rajin solat 5 waktu, berpegang teguh pada prinsip dan memiliki iman yang kuat, belum lagi sederet sifat baikmu yang tak bisa aku sebutkan. subhanallah.
kita mengawali semester pertama dengan akrab, terlalu akrab malah. aku menaruh hati padamu dan kamu tahu, tapi kamu berpegang teguh pada prinsipmu, kamu tidak ingin mempunyai hubungan spesial. selain itu, aku tidak masuk ke dalam kategori wanita favoritmu. kau mengidamkan wanita putih, cantik, dan aku sadar, aku tidak putih, dan tidak cantik.
suatu ketika, kamu pernah berkata padaku, "kalo pake jilbab simple itu enak diliatnya, manis". Mungkin itu hanya ceplosan biasa, tapi aku menyimpannya. beberapa bulan setelah itu, aku mulai memberanikan diri untuk berhijab. jangan berfikiran kamu adalah alasan utamaku untuk berhijab, tapi kamu adalah penyemangatku untuk mengenal Islam lebih dalam.
No comments:
Post a Comment