Tuesday, 12 November 2013

Dinding : "Aku saksi kebodohanmu"

backsound : Glenn Fredly - Sedih Tak Berujung

2 tahun yang lalu, gadis itu resmi menjadi penghuni ruangan yang bersekat diriku. Chrysant, begitu orang memanggilnya, mulai beberes pakaian dan menatanya di lemari, beberapa barangnya terjejer rapi di atas meja. tapi ada satu benda yang sepertinya dia tak ingin orang lain tau, benda itu dia sembunyikan rapi di laci kecil di sudut.

tiap malam, dia mengeluarkan benda itu dari persembunyiannya lalu menulis beberapa baris kalimat, kadang dia menulis sambil menangis, tersenyum bahkan tak jarang dengan ekspresi rasa bersalah. ternyata benda itu adalah buku harian, pemberian dari kekasihnya yang terpisah oleh ratusan ribu kilometer. rupanya dia telah berjanji pada kekasihnya untuk menulis apa yang dia rasakan dan alami sepanjang hari. sungguh manis :)

entah sejak kapan dia mulai mengacuhkan buku harian itu, chrysant sering bersembunyi di balik bantal dengan suara isak yang memilukan, sungguh aku tak tega. dia merindukan kekasihnya, kekasih yang mulai melupakan dirinya. kekasih yang selalu dinanti sapaannya di ujung telfon. kekasih yang selalu bisa membuatnya tersenyum bahkan saat larut.

dan entah sejak kapan pula, chrysant terbiasa dengan sikap acuh kekasihnya. dia lebih sering tersenyum menatap layar handphone dan membaca pesan singkat yang entah dari siapa, menghabiskan sepanjang malam mengobrol dengan earphone tertancap di telinga dan suara lirih seakan takut membangunkanku yang tak pernah terpejam. chrysant mulai berani bermain dengan hati dan komitmennya. sungguh bodon.

Lelaki pertama yang kutahu hanya kekasih selingannya adalah teman satu kampusnya. entah bagaimana awal mulanya, yang kutahu chrysant mulai jatuh hati pada lelaki itu, lelaki yang menggeser posisi sang empunya hati. Sang kekasih yang mencium gelagat aneh chrysant memilih untuk mundur. entah apa yang ada di pikiran chrysant, dia menangis. untuk apa dia menangis, bukankah dia memiliki kekasih baru? sungguh aku tak mengerti apa yang ada di pikirannya. dan kalian tahu? pertengkaran hebat terjadi antara chrysant dan kekasih barunya. tak perlu kalian tanya apa yang terjadi selanjutnya, chrysant kembali kepada kekasih jauhnya, rumah hatinya. sekarang aku mengerti apa arti sebuah rumah hati, ia adalah tempat untuk kembali seberapa burukpun kekhilafan kita.

waktu kian berjalan, hari bernaung pada bulan. chrysant mulai jenuh terhadap acuh kekasihnya yang tak berkesudahan. rupanya dia menemukan tambatan baru, ahh bukan hanya tambatan, rupanya chrysant telah memutuskan untuk berlabuh. sungguh bodoh, dia mempertaruhkan komitmennya dan tantangan yang jarak berikan. chrysant dan kekasihnya benar-benar berpisah. tak perlu waktu lama untuk menemukan sesal di rona mukanya, pengkhianatan chrysant terhadap mantan kekasihnya terbayar lunas dengan pengkhianatan kekasih barunya.

namun, tak ada lagi rumah hati tempatnya kembali setelah puas bermain. mantan kekasihnya tlah mematahkan segala asa yang pernah mereka impikan bersama. kebodohan chrysant benar-benar membuatnya tersungkur. penyeselan tiada ujung pun menjadi tolak ukur.

kau sungguh bodoh, chrysant. kau tersesat dalam labirin yang kau buat sendiri. di sini aku hanya menjadi dinding, penyekatmu dengan dunia luar dan tempatmu kembali. jangan samakan dia dengan aku yang hanya bisa diam menanggapi kebodohanmu. dia berhati dan aku dingin. dia punya hati yang harus kau jaga, dan aku mempunyai dirimu yang harus kujaga. aku hanyalah dinding yang menjadi saksi bisu tiap kebodohanmu

No comments:

Post a Comment