Saturday, 30 November 2013

teruntukmu

teruntukmu yang tak pernah kudengar suaranya namun selalu kuperbincangkan dengan hati.
aku menyimpan sejuta bayangan tentang obrolan kita di sebuah taman sekedar untuk menikmati senja.

teruntukmu yang tak pernah kulihat rupanya namun selalu mengusik pikiran.
aku memimpikan tentang dirimu yang memimpinku kala menghadap Tuhan.

teruntukmu yang selalu menutup diri dan tak memberiku celah.
aku berangan tentang dirimu yang menceritakan segalanya bahkan hal terkecil yang tak pernah kau bagi dengan orang lain

teruntukmu yang memproklamirkan diri sebagai penggemarku.
aku beruntung mengenalmu yang dengan baik hati memberi kejutan.

teruntukmu yang sedang sariawan dan terluka hatinya.
semoga kau cepat sembuh dan tertawa kembali :)

No comments:

Post a Comment