Sunday, 19 May 2013

...

beep..beep..
handphoneku bergetar menandakan ada notification. ternyata ada friend request di catfizku, ntah dari siapa, aku asal acccept aja.
Aris Van Ndeso | CJekarda Selatan, username yang unik, pikirku. tak berapa lama orang dengan username itu menyapa, kita saling bertukar info dengan basic intro dan berlanjut dengan obrolan ringan. ternyata kita berasal dari kota yang sama, kota kecil di pesisir timur pulau Jawa. dengan sedikit guyonan ala jawa kita makin akrab dalam waktu singkat.

kamu, dengan nama asli Aris ternyata adalah teman dari laki-laki yang sedang dekat denganku. kehadiranmu membawa perubahan sikapku pada silay, teman kita. Silay yang dengan getol menghujaniku dengan rayuan, memasang fotoku sebagai Display Picturenya, tetap tidak bisa membuatku menerimanya. tapi kamu dengan gurauan sederhana berhasil memikatku, kamu yang selalu mencomblangkan aku dengan Silay tanpa sadar juga tertarik dalam lingkaran asmara yang aku pasang.

kita resmi menjalin kasih dengan perkenalan yang singkat. aku tau, aku melakukan kesalahan fatal karena telah memilihmu dan merusak persahabatanmu dengan Silay. Silay marah besar padamu, pada kita, dia mulai memasang kalimat kasar di statusnya, dan kamu mengemis maaf padanya. sungguh drama yang tidak mengenakkan, aku tidak suka melihatmu mengemis maaf pada Silay, siapa dia berani marah karena aku lebih memilihmu. harusnya dia marah padaku karena lebih memilihmu dan menolaknya, walaupun sebenarnya dia tidak punya hak apapun untuk marah, toh aku sudah menolaknya sebelum aku menerimamu.

kita sering telfon sekedar bertukar kabar atau pengalaman, entah apa sajaa yang kita obrolkan dari malam hingga tengah malam, aku merasa nyaman menghabiskan sisa hariku denganmu, berbagi cerita dan tawa, bahkan terkadang kita berbagi rahasia. kau tahu rahasi terburukku yang bahkan orang terdekatku tak tahu.. kau istimewa.

aku nyaman dengan hubungan kita walau belum pernah bertatap muka. kau memberiku ketenangan dalam harapan, kau memberiku pencerahan melalui dakwah sederhana. setelah sedikit memaksa keadaan, akhirnya kita memutuskan untuk bertemu. kalau boleh jujur, sebenarnya aku belum sepenuhnya nyaman denganmu (dalam dunia nyata), aku lebih suka menikmatimu dalam dunia maya. kita menghabiskan seharian penuh berdua, bertukar canda, berbagi cinta. hingga akhirnya kutemukan beberapa foto wanita di handphonemu, aku kecewa, ternyata kamu tidak sebaik yang aku fikirkan, ternyata kamu tidak sepenuhnya jujur padaku, ternyata masih banyak rahasia yang kau simpan sendiri, aku kecewa, sungguh. kau memberikan penjelasan yang menurutmu jujur, tapi aku sudah terlanjur kecewa. ini adalah kekecewaan pertamaku padamu. semoga tidak ada kekecewaan berikutnya.

tapi Tuhan berkata lain, kekecewaan berikutnya hadir. aku yang tidak bermaksud meninggalkanmu, aku yang hanya bermaksud menyampaikan perasaanku tapi kau respon secara negatif. kau berfikir bahwa aku kecewa denganmu karena fisikmu, padahal bukan karena itu, aku hanya merasa kurang nyaman denganmu yang terlalu over-protective dan pencemburu, tapi kau salah mengerti. aku kecewa ternyata kau berfikiran negatif tentangku, aku kecewa karena kau lebih memilih mengakhiri hubungan kita. tak sadarkah kau sayang, hatiku remuk membaca pesan singkatmu. aku wanita, hanya bisa berkata iya, bahkan aku tidak bisa berkata tidak saat kau menawarkan perpisahan.

No comments:

Post a Comment