Ibukota diguyur hujan sore ini, seakan mengingatkan penghuninya untuk beristirahat sejenak di akhir pekan. atau mungkin hujan hanya ingin mendramatisir kisahku denganmu yang hampir kandas untuk ke-sekian kali.
Siang ini tidak biasanya kau menyapaku di whatsapp, aku yang melihat ada pesan masuk hanya mengacuhkannya karena kupikir itu pasti laki-laki tidak jelas yang getol mengejarku akhir-akhir ini. 10menit berlalu, kubuka tab notification dan aku terkejut menemukan namamu di situ. segera ku balas sapaanmu dengan kalimat merajuk kenapa kau mengacuhkan mentionku di twitterku. seperti biasa, kau menjawab dengan kalimat "hehe maaf sayang.", aku sudah terlalu hafal untuk membaca semua responmu. kau berdalih bahwa kau sibuk untuk sekedar membalas mentionku, aku berusaha mengerti alasan yang menurutku tidak masuk akal. aku berpikir mungkin kau tidak terbiasa piket malam, karena semalam adalah pengalaman pertamamu kerja dengan shift malam. chat kita berujung pada kesepakatan bahwa kau akan membalas mentionku.
aku ingat twitmu semalam "sayang, aku rela kerja jam segini demi kamu loh, fyi". well, twitmu membuat saraf kekepoanku melompat dari singgasananya. mengingat mention dariku sebelumnya masih tidak terbalas, aku optimis bahwa kau akan membalas mentionku yang kedua. tapi yah, itulah kamu, selalu mengacuhkan ocehanku di tab mentionmu.
ntah berapa puluh mention dariku yang hanya menjadi penghias di tab mentionmu, ntah berapa kali kuminta kau untuk sekedar membalas sepatah dua kata mentionku, tapi kau jarang sekali menanggapinya, kau lebih sering memberiku acuh. komplainku selalu kau anggap berlebihan dan berujung pada pertengkaran.
seperti sore ini, kita bertengkar karena kau tidak membalas mention dariku. memang sih sepele, tapi kan jangan dianggep sepele juga. aku ingin hubungan normal, tidak hanya terikat di dunia nyata tapi juga di dunia maya. sebutkan dimana letak kesalahan keinginanku. itu hal wajar, lumrah. tapi kau terlalu menyepelakannya sayang. kau membiarkanku berkutat dengan pikiran negatifku tentangmu. apalagi aku mendapati kau ingin berkenalan dengan seorang wanita melalui temanmu di twitter. oh Tuhan.. apa kau ingin balas dendam atas keteledoranku? apa aku kurang memperhatikanmu? apa aku kurang sabar menghadapi keacuhanmu? tolong jelaskan dimana letak kesalahanku, kita sudah melangkah terlalu jauh, mari kita tekan ego masing-masing. tapi sepertinya kau sibuk, atau menyibukkan diri, entahlah. pesan singkatku tak satupun yang kau balas, mungkin kau bosan. ahh, kau membiarkanku berkutat dengan pikiran negatifku terlalu dalam. tolong balas pesan singkatku, telfon aku, kita selesaikan ini semua.
Untukmu yang masih dirundung amarah.
tersenyumlah..
aku merindukanmu, selalu.
No comments:
Post a Comment