Wednesday, 17 July 2013

Aku Rindu

Di balik jendela kamar aku terdiam, menatap ke luar tanpa asa.
Hampa? Mungkin. Kau pergi terlalu lama. Pergi dan tak kunjung tiba.
Entah berapa triliun detik yang habis sia-sia.
Rindu ini beranak pinak, mungkin sudah menenek moyang.

Aku rindu,
2 kata yang tak habis kusebut.
Aku rindu,
2 kata yang aku ucap saat melihat senyummu di cetakan kertas itu.
Aku rindu,
2 kata yang aku selipkan di tiap doaku.
Aku rindu,
2 kata yang aku ungkapkan saat mereka menanyakanmu.
Aku rindu,
2 kata yang aku selipkan sebelum terlelap.
Aku rindu,
2 kata yang aku harap akan terdengar dari sudut bibirmu.
Aku rindu,
2 kata dengan sejuta harap, kau akan pulang dan cintamu tetap ada, tak lenyap.

Apa kabar kau di sana? Apa rambutmu masih sehitam dan serapi dulu?
Bagaimana gaya hidupmu di sana? Apa masih sesederhana dulu? Dgn celana belel, kaos oblong dan sepatu butut?
Masih berprinsip kah kau di sana? Setauku kau dulu bersikukuh pada 1 pilihan..
Tapi sepertinya kamu berubah, rambutmu mencoklat dan mulai panjang. Kau lebih suka berpakaian parlente dengan setelan branded dan sepatu mengkilap. Sebulan terakhir kau tersenyum mesra dengan beberapa gadis berbeda di jepretan kameramu.
Kamu pergi, kamu berubah, kamu tak kembali, dan aku tetap merindu.

No comments:

Post a Comment