Jika ada yang harus dipersalahkan atas hilangnya sebuah cinta, maka akulah yang akan menjadi tersangka utama.
Tanpa kusadari seringkali
ku menyingkirkan ia yang tlah mencintaiku dengan hati.
Pernah sekali ia
memaafkanku dan tetap mencintai.
Hingga pada suatu ketika
kuputuskan hati untuk berlabuh pada seorang pengecut.
Dia, yang mencintaiku
dengan hati hanya tersenyum kecut.
Aku ingat bagaimana
tatapannya, memohon tanpa berkata.
Menggenggam tanganku
erat.
Dia yang mencintaiku
dengan hati kini tlah pergi.
Mereka bilang ia tak
mungkin kembali.
Tapi hati tak pernah
sedikitpun mengerti.
Dia yang mencintaiku
dengan hati kini mencinta wanita lain.
Wanita yang membuatnya
tertawa
Membicarakan segala hal
yang menurutnya sealur.
Dia yang mencintaiku kini
tlah pergi.
Entah, mungkin ia kan
kembali.
Semoga.

No comments:
Post a Comment