Sunday, 7 December 2014

Kafein?




Hei hei! What are you thinking about?

Sheila terkejut dan hanya tersenyum. Lelaki di sebelahnya adalah karyawan baru, lulusan salah satu universitas di Singapore. Mereka terjebak dalam kemacetan Ibukota, tidak mengherankan, kawasan Sudirman memang terkenal padat walaupun jam sibuk kantor telah berlalu.

Jakarta has the worst traffic ever! Let me know what you’re thinking about? Is it about our dumb ass client?
Hahaha stop it, Baldlie! I’m thinking about hmmm .. nothing”
You’re not a good liar
I am

Sheila memanggil lelaki di sebelahnya dengan sebutan Baldie karena potongan rambutnya yang menyerupai tentara. Agung, berwajah blasteran dengan aksen English British yang amat kental, namun jarang yang percaya jika dia adalah Indo bingo. Tidak heran jika dia menjadi incaran para wanita di kantor. Senyumnya sungguh menawan, dengan lesung pipit di pipi kiri. Matanya tajam tapi meneduhkan, seakan-akan kau ingin berlama-lama menatapnya. Badannya tidak begitu tinggi, namun sangat tegap, tiap wanita pasti ingin tenggelam dalam pelukannya.
Meeting pagi itu selesai dengan keputusan yang menggantung. Sheila tidak berhasil membujuk klien untuk menandatangani surat perpanjangan kontrak. Agung pun tidak banyak membantu dikarenakan bahasa Indonesia-nya yang masih terbata-bata. Melihat Sheila yang tengah risau, Agung pun bingung. Tak biasanya ia mendapati gadis itu tidak dapat memecahkan masalahnya dengan klien. Agung pernah mendengar kabar burung bahwa Sheila dapat dengan mudah membujuk klien yang paling alot untuk memperpanjang kontrak.

Ice cream? Yoogane Ramen? Choccolatte? Strawberry Yoghurt? Anything you want, princess!

Sheila enggan menanggapi Agung dan kembali ke mobil dalam bisu. Suasana mobil pun menjadi diam, terlalu sunyi bagi Agung. Merasa bersalah, Sheila akhirnya berusaha tersenyum.

Yoogane, fried rice less spicy. Ice cream and if you dont mind, I want choccolate also
Your orders are my pleasure, princess
Good to hear it! You’ll have my order everyday! Hahahaha
I shouldnt say it then, hahaha

Keakraban Agung dan Sheila terjalin sejak mereka berdua bekerja dalam tim untuk sebuah project Tech in Asia. Tidak jarang mereka makan siang berdua, dan menghabiskan jam istirahat di sebuah kedai kopi. Sheila tahu Agung tidak menyukai makanan pedas dan selalu membutuhkan kopinya di saat depresi. Agungpun tahu bahwa Sheila tidak menyukai makanan pedas kecuali rujak buah dan selalu mengudap coklat hingga membuat Agung heran bagaimana bisa Sheila tetap mempunyai badan yang proposional tanpa harus melakukan diet.

Why do you love Yoogane Restaurant that much? Are you a korean food lover?
Wohohoho! Dont judge me, dude! I love it just because I love it
No, there must be a reason.”
Unfortunately, I dont have it
So, tell me, what were you thinking about this morning?
Nothing
Have I told you that you’re not a good liar?
Have I told you that I am not a good liar?

Mereka berdua pun tertawa dan saling melempar canda. Agung tahu, Sheila adalah sosok yang rapuh di balik setelan formal dress-nya. Tak jarang Agung memergoki Sheila melamun, menulis sesuatu di atas secarik kertas jika bosan. Pernah Agung mendapati kertas berisi beberapa bait puisi dengan tulisan tangan Sheila saat sedang meeting town hall.


Beberapa bulan berlalu, keakraban Sheila dan Agung pun bukan menjadi hal baru. Kerap kali mereka mendapat bully-an “Kapan jadian?” atau “Jadian kok ga bilang-bilang sih”, menanggapi hal-hal seperti itu mereka hanya tersenyum dan ikut tertawa.
Agung pun sering mengungkapkan perasaannya terhadap Sheila, namun si gadis tidak perna menanggapi, entah karena enggan atau tidak peka. Agung pun acap kali menunggu kesempatan yang ia buat seperti kebetulan. Tidak jarang Agung menunggu kesempatan saat Sheila ke pantry lalu kemudian menghampirinya, seakan-akan Agung tak tahu jika Sheila tengah berada di situ.

I need my coffee... eh hai, Sheila!
hmm hai
I need my coffee
You can try office’s coffee, it’s quite good
No, I need mine. I am addicted to it, just like I am addicted to you
Hahaha funny! I dont have any caffeine for you.

Sheila mengerti apa maksud dari Agung sebenarnya, namun ia masih enggan untuk menjalin sebuah hubungan setelah semua perih yang ia dera. Ia ingin menyembuhkan luka yang menganga untuk kemudian ditinggali oleh cinta yang baru.

No comments:

Post a Comment