Monday, 6 May 2013

pemberhentian sementara

dalam pemberhentian bis sementara, aku kembali memasang panah-panas asmara pada setiap pengendara mobil yang melintas. satu persatu pengendara melintas tanpa melirikku. "mungkin aku kurang berlebihan" begitu pikirku, dan kuputuskan untuk berjalan menembus hujan, membiarkan balutan kain tipis ini tembus pandang, membebaskan tiap pasang mata yang memandangnya.

sampai pada akhirnya, ada pria paruh baya yang memberhentikan mobilnya tepat di sebelahku dan memasang senyum penuh maksud seperti lelaki hidung belang pada umumnya. setelah perkenalan singkat, tanpa basa-basi kita menuju penginapan. dan hal menjijikkan itu terjadi lagi.

entah berapa lelaki yang berhasil kupuaskan, ntah berapa lelaki bodoh yang merelakan gaji sebulannya hanya untuk menikmati surga duniawi bersamaku.
terkadang aku merasa jijik pada tubuhku, berember-ember peluh dari berbagai lelaki pernah menetes di atas tubuhku, tapi apa daya. aku menikmati ini semua, terlalu indah untuk ditolak.

ini semua tidak akan terjadi jika aku tak mengenalmu, pria beristri yang amat sangat memikat. kau dengan segala bujuk rayumu meyakinkanku bahwa hidupmu selanjutnya hanya untukku, aku begitu bodoh percaya pada segala ucapan berracunmu. kau menjerumuskanku terlalu dalam, namaku dicoret dari silsilah keluarga hanya karena aku tergila-gila pada pria beristri. aku rela hidup sendiri dan bayangmu, karena jiwa ragamu masih berada di anak istrimu. aku menunggu setahun, dua tahun, hingga tiga tahun ternyata kau tak kunjung menepati janjimu. aku kalap, aku meninggalkanmu yang masih telanjang di atas ranjangku setelah percakapan panas malam itu. dan ketika aku kembali, aku tak mendapatimu, aku tak mendapati secarik surat permintaan maaf yang sungguh kuharapkan. oh Tuhan, betapa bodohnya diriku, aku sudah terlalu dalam melangkah dalam ketidak pastian, biarlah aku meneruskannya ntah sampai kapan, sampai aku menemukan ujung yang aku tidak tahu keberadaannya.

sejak malam itu, aku memutuskan untuk terus melangkah, menjadi pemberhentian sementara bagi para lelaki brengsek. aku menikmatinya karena aku menemukanmu dalam sosok tiap pria itu.

1 comment: