Wednesday, 1 January 2014

Deretan 31 Desember Kita

Aku mengenangmu dengan caraku, menulis entah di secarik kertas atau di atas keyboard. Aku merindumu dengan caraku, entah dengan menangis atau merenung. Seperti yang aku lakukan mala mini, aku mengenang deretan 31 desember kita. Untuk pertama kalinya selama 4 kali pergantian tahun, aku merayakannya tanpamu.

31 Desember 2009
Pergantian tahun yang kurayakan pertama kali bersamamu, dan sahabatku di Puncak Kota kita. Aku sungguh gembira malam itu, karena untuk kali pertamanya aku melihat kembang api meletup-letup dari segala penjuru.

31 Desember 2010
Aku lupa apa yang kita lakukan di tahun itu. Seingatku kau pergi bersama keluargamu ke Alun-Alun Sidoarjo.

31 Desember 2011
Kita memutuskan untuk pergi ke Payung, dan macet sungguh tak terelakkan malam itu. Tapi kamu menerjangnya, dan aku hanya bisa mengoceh di belakangmu. Malam itu kita tidak mendapatkan tempat yang pas untuk menonton kembang api, tapi aku tetap senang bisa menghabiskan malam itu bersamamu.

31 Desember 2012

Malam itu kita merayakannya bersama keluargaku, kebahagiaanku berada di puncaknya. Kamu berada di tengah keluargaku, sungguh malam yang sempurna. Aku ingat bagaimana ekspresi dan tawamu saat bermain remi 41 dengan sepupuku yang paling kecil, Thomas. Kamu menginap di rumah utiku, dan sebelum tidur kita main remi dengan taruhan konyol hahaha. Pagi sebelum kamu pulang, kita berkeliling kota kecil kita, lalu kembali ke rumah sejenak. Dan sebelum kamu berpamitan dengan utiku, kamu mengecup keningku beberapa kali di ruang tamu. Aku menyebutnya secuil kisah kita di ruang tamu.

2 comments:

  1. 31 Desember 2013

    Hari terakhir di akhir tahun, tanpa ada kata "kita"
    :p

    ReplyDelete
  2. mari mencari pelengkap "kita" yang baru mihihihi ^^

    ReplyDelete