If you read this post and expect the type of crabs, you're in the wrong blog. sorry :p
Pagi ini tetiba aku
teringat kamu saat tengah asik menghancurkan cangkang kepiting. Ya, sarapanku
kali ini bermenu kepiting kuah yang amat sangat sedap. Kamu tahu kenapa aku
mengingatmu saat itu juga? Karena mencintaimu tidak beda jauh dengan makan kepiting.
Tanya lagi kenapa? Hahaha
Mari kujelaskan perlahan,
duduklah di dekatku agar kau dapat menyimakku tanpa terdistorsi.
Kamu adalah kepiting.
Kepiting adalah kamu. Keras di luar, lembut di dalam. Bisa kau bayangkan betapa
kerasnya cangkang kepiting? Nah begitulah sifatmu, keras, tak tersentuh,
dingin, kasar, dan kadang menyakitkan.
Nah sekarang coba bayangkan lembutnya daging kepiting. Hahaha pasti kamu menelan ludah kan?
Padahal itulah dirimu yang sebenarnya, lembut dan penuh kasih sayang. Mau
mengelak atas dirimu yang sebenarnya? Silahkan. Tapi begitulah adanya dirimu,
lembut sekali. Saking lembutnya ingin kucomot berkali-kali hahaha :p
Sekarang pejamkan matamu
dan berimajinasilah bawah kau sedang menyantap kepiting kuah yang amat sedap.
Apa yang akan kau lakukan pertama kali saat melihat kepiting kuah? Kau pasti
ngin segera membuka cangkang badannya kan? Menghancurkan cangkang kaki-kakinya
juga? Lalu menyesap habis segala kelembutan yang ditawarkan si kepiting. *Dilap dulu ilernya*
Jadi kurang lebih
begitulah dirimu. Aku ingin menembus sifatmu yang keras, bertahan saat acuhmu
mulai menyakitiku perlahan. Aku ingin mendapatkan kelembutan yang kau tawarkan
saat masa lalu masih berkuasa. Perhatianmu, pengertianmu, tatapan sayumu,
senyummu, aaaaah~ aku mulai keluar dari jalur lagi. Hahaha
Selamat menikmati menu kepitingmu, gaes!

No comments:
Post a Comment