jarak selalu memisahkan kita tapi tak pernah berhasil memutuskan cinta. kita berjarak selama 4 tahun dan menganggapnya sebagai rintangan tersulit, tapi kita tak pernah benar-benar berpisah lalu saling melupakan, kita selalu ingat bahwa kita punya cinta yang tumbuh subur tersiram rindu karena jarak.
tidakkah kau tahu, terkadang jarak juga amat menyiksa, dia menghujaniku dengan rindu dan badai galau. keacuhanmu merunyamkan segalanya, aku makin terpojok dan butuh sebuah benteng. aku butuh benteng yang dapat melindungiku dari segala perasaan kalut, aku butuh benteng yang dengan rela menjadi pelampiasan amarahku.
aku memang mempunyai beberapa benteng, dan selalu ada penyeleksian sebelum menentukan. tapi sekuat apapun benteng itu, tak pernah ada yang bisa menahan serangan cintaku padamu, ntah kenapa cintaku tidak mau diam terlindungi dalam benteng.
kau tahu aku selalu berpulang padamu, bahkan ketika mainan terakhir yang amat kusayang mengkhianatiku, padamu. namun, pintumu telah tertutup rapat. kau tak mengijinkanku masuk lagi. beribu kata sesal terucap, tetes air matapun tak mengembalikanmu padaku. kau telah membenciku. aku sungguh menyesal, seandainya kesempatan itu masih ada. akan kujaga, akan kurawat, takkan kubiarkan diriku dihinggapi bosan, aku tak butuh mainan lagi, aku ingin kamu.
(Draft yang tersimpan sejak 30 Mei 2013 dan hanya bertambah satu paragraf sebelum dipublish)
No comments:
Post a Comment