Thursday, 19 December 2013

Berhitung

Berhitung, aktifitas yang dibenci sebagian orang. Namun entah mengapa, berhitung seakan menjadi dasar dari setiap mata pelajaran dalam sekolah atau perkuliahan. Fisika, matematika, akutansi, bahkan dalam Bahasa Indonesia-pun kadang kita harus menghitung, entah menghitung bait atau menghitung kata saat akan membuat sebuah tulisan.


Pagi ini aku harus memulai hari dengan berhitung. Aku belum sepenuhnya membuka mata saat anak-anak matahari menelisik di lipatan kelambu, tapi aku harus menghitung berapa kata syukur yang harus kuucap tatkala kudapati sapaan mentari melalu jendela. Setelah sepenuhhnya tersada, aku harus menghitung dan memilah apa-apa saja dari hari kemarin yang harus kulanjutkan dan kutanggalkan di gantungan lemari masa lalu.
Dengan kantuk yang masih menggelantungi kelopak mata, aku menjejakkan telapak kaki di kamar mandi, kubiarkan bulir-bulir air dingin itu membekukan separuh mimpi semalam, lalu kudiamkan beberapa kenangan kelam dan masalah mengalir bersama air menuju selokan. Jangan suruh aku menghitung bulir air yang mencumbuku, aku belum gila!
Aku telah siap berperang dengan hari terakhir di weekday. Tapi sebentar, ada yang kurang. Aku belum menghitung jumlah rupiah yang tertata rapi di selipan dompet, aku harus berhemat dan benar-benar perhitungan terhadap pengularan. Karena kebutuhan dan harga yang terus meningkat, dengan pemasukan yang tetap, mau tidak mau aku harus mengeratkan ikat pinggang.
Kulihat jam yang melingkar di pergelangan tangan sebelum melajukan motorku, masih pagi. Kuhitung kira-kira pukul berapa aku tiba di kampus dengan kecepatan 40-60km/jam, mungkin kurang dari 45menit jika aku berangkat sekarang, macet belum meliuk sepagi ini.
Tepat seperti dugaanku, aku tiba di kampus 40menit kemudian. Kuparkir motor sesuka hati karena tempat parkir yang masih luas, dengan langkah ringan aku menuju lounge. Dan benar saja, mahasiswa yang datang sepagi ini bisa dihitung dengan jari, tak kurang dari 5 orang yang kutemui sepanjang koridor lantai 5.

Masih 30 menit lagi sebelum kelas pagi dimulai, tapi aku sudah lelah berhitung. Lalu aku mulai membuka novel dan membuka halaman dengan pembatas di selanya, lalu ku balik ke halaman paling belakang, tanpa sadar aku menghitung berapa jumlah halaman yang masih harus kubaca. Ah sial! Aku berhitung lagi.

No comments:

Post a Comment