Dia..
Sosok yang tak jauh dari frasa sempurna.
Senyumnya membius gundah yang melanda.
Binar matanya menghipnotisku untuk tidak berkata iya.
Titahnya seakan tak pernah terdengar salah.
Dia..
Rela menantang sang pekat untuk menjagaku.
Rela berpeluh di bawah terik untuk menghidupiku.
Rela menerjang hujan untuk menjemputku.
Rela bertahan walau lapar sekedar agar perutku penuh.
Berjuta terima kasih tak kan bisa membayarnya.
Bermilyar rupiah tak kan cukup melunasi hutangku padanya.
Dia..
Seorang yang kupanggil Ibu
Serupa malaikat mewujud manusia
Sosok yang tak jauh dari frasa sempurna.
Senyumnya membius gundah yang melanda.
Binar matanya menghipnotisku untuk tidak berkata iya.
Titahnya seakan tak pernah terdengar salah.
Dia..
Rela menantang sang pekat untuk menjagaku.
Rela berpeluh di bawah terik untuk menghidupiku.
Rela menerjang hujan untuk menjemputku.
Rela bertahan walau lapar sekedar agar perutku penuh.
Berjuta terima kasih tak kan bisa membayarnya.
Bermilyar rupiah tak kan cukup melunasi hutangku padanya.
Dia..
Seorang yang kupanggil Ibu
Serupa malaikat mewujud manusia
No comments:
Post a Comment